Wisata Di Jambi – Taman Rimbo Zoo (Airport Zoo)

Kota Jambi barangkali satu-satunya tempat yang memiliki kebun binatang berdampingan dengan bandara.Begitu dekatnya, taman satwa ini sempat disebut-sebut sebagai airport zoo, meski akhirnya sebutan tersebut tidak digunakan oleh pihak UPTD.Lucu juga ya..hehe

 

Kebun Binatang Taman Rimbo Jambi
Sejak tahun 1973, awal berdirinya Kebun Binatang Jambi secara organisasi berada dibawah Yayasan Kesejahteraan Anak (YKA), dalam hal ini Kebun Binatang dan Yayasan Kesejahteraan Anak masih berbaur menjadi satu. Adapun pengelolaan dan penanganan kesehatan satwa berada dibawah Dinas Peternakan Propinsi Jambi, sedangkan dana operasional diperoleh dari Pemerintah Daerah Propinsi Jambi.
Kebun Binatang Taman Rimbo Jambi dengan luas + 4 ha dihuni jenis satwa mamalia 6 spesies 13 spesimen, aves 16 spesies 48 spesimen, reptile 5 spesies 14 spesimen dan invertrebrata 4 spesies 11 spesimen. Kini sejak 2011 status pengelolaannya menjadi UPTD dibawah Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi.

Kebun Binatang Taman Rimbo Jambi
Jl. Cendrawasih I, Pal Merah, JAMBI 36139
(Jl. Ki Bajuri RT.04 No.94, Kel. Talang Bakung, Kec. Jambi Selatan, Jambi)
Telp. / Fax             : (0741) 570 319
E-mail                   : tamanrimba@rocketmail.com
Berdiri                   : 1973
Luas                     : 2,6 ha
Status                   :   Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi
Izin LK                   :
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi
Jl. Kapt. A. Bakaruddin No. 188, Jambi 36129
Telp.                     : (0741) 63417
Fax                       : (0741) 64585

Di tempat ini pengunjung bisa menyaksikan tingkah dua harimau sumatera yang sering menghabiskan waktu untuk bermain di kandang terbuka.

Pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan beberapa satwa semisal gajah dan kuda.

Untuk masuk di Taman Rimbo, pengunjung dewasa cukup membayar Rp 7000 saja.

Sedangkan anak-anak hanya dikenai tiket masuk Rp 5000.

Seiring perluasan area bandara Sultan Thaha, sempat terbesit kekhawatiran bahwa taman satwa ini akan tergusur.

 

Sejarah PKBSI
Indonesia merupakan salah satu negara “Mega Biodiversity” yang memiliki keanekaragaman sumber daya alam hayati yang sangat melimpah. Namun pada kenyataannya jumlah sumber daya alam tersebut menurun dengan tajam akibat kerusakan habitat alami, terutama oleh eksploitasi secara tak terkendali dan bencana alam. Banyak jenis satwa menjadi terancam dan bahkan berada diambang pintu kepunahan; sehingga peran serta dari lembaga konservasi ex-situ, seperti taman satwa semakin penting menjadi andalan dalam upaya konservasi.
Taman satwa secara evolusi mengalami perubahan dari bentuk “menagerie” untuk melayani kesenangan pribadi ke “Zoological Park” atau ‘Living Museum’ menjadi “Conservation Centre” yang lebih berperan sebagai “Environmental Resource Centre”. Sebagai konsekuensinya taman satwa harus menempatkan dirinya sebagai pusat konservasi. Konservasi sebagai tema sentral dari setiap taman satwa.
SEJARAH PKBSI
Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) merupakan organisasi profesi yang bersifat nirlaba (non-profit) yang resmi didirikan pada tanggal 5 Nopember 1969 di Jakarta oleh para tokoh kebun binatang di Indonesia, antara lain Bp. Harsono Radjak Mangunsudarso (alm); Bp. H.M. Kamil Oesman (alm); Bp. Th. E.W. Umboh (alm); Bp. Boesono dari Kebun Binatang Yogyakarta; Bp. M.S. Datuk Permato Diradjo dari Kebun Binatang Bukittinggi dan Bp. Hilmi Oesman (alm) dari Kebun Binatang Surabaya.
Awalnya pada tahun 1958 di Tawangmangu, Jawa Tengah – para pimpinan kebun binatang seluruh Indonesia mengadakan pertemuan untuk membahas dan wacana membentuk sebuah wadah / organisasi, namun tidak berkembang sebagaimana diharapkan. Didorong oleh kesadaran akan pentingnya peranan kebun binatang, maka para pimpinan kebun binatang seluruh Indonesia mengadakan musyawarah kembali untuk yang kedua kalinya dan diselenggarakan pada tanggal 3 s/d 5 Nopember 1969 bertempat di Balai Pertemuan Kantor Gubernur DKI Jakarta dihadiri oleh 40 peserta utusan dari kebun binatang, pemerintah daerah maupun lembaga-lembaga penelitian dan perguruan tinggi. Musyawarah berhasil membentuk suatu wadah bersama yang diberi nama “Perhimpunan Kebun-Kebun Binatang Indonesia” yang disingkat dengan PKBI.
Selang tak berapa lama, singkatan PKBI mendapat protes dari pengurus Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia yang telah lebih dahulu menggunakan singkatan PKBI. Terkait dengan hal tersebut para pengurus mengadakan pertemuan yang kemudian dapat disetujui / disepakati bahwa nama “Perhimpunan Kebun-Kebun Binatang Indonesia” yang disingkat dengan PKBI menjadi “Perhimpunan Kebun Binatang Se Indonesia” dengan singkatan PKBSI hingga sekarang dengan Akte Pendiran nomor 3 tanggal 13 September 2005 dihadapan Notaris Sri Hastuti, SH di Jakarta.
Sejalan dengan berkembangnya waktu, PKBSI yang sejak berdirinya berkantor / sekretariat berindah-pindah, semula di Jl. Teuku Umar No. 35 Jakarta Pusat (kediaman alm. Bapak H. Kamil Oesman) kemudian pindah dikediaman alm. Bapak Harsono RM, Jl. Minangkabau No. 1 Jakarta Selatan dan setelah itu berkantor di Kebun Binatang Ragunan. Selanjutnya pada pengurusan PKBSI dengan Ketua Umumnya Bapak D. Ashari, pada waktu itu mengajukan permohonan bantuan sebuah tempat atau gedung untuk sekretariat PKBSI kepada Gubernur KDKI Jakarta, dan Bapak Gubernur berkenan memberikannya yang berlokasi di Jl. Harsono RM. No. 10 Jakarata Selatan dan diresmikan penggunaanya pada tanggal 28 Agustus 1987 sampai sekarang.
Telah beberapa kali PKBSI melaksanakan Musyawarah Nasional dengan memilih Ketua Umum selaku pananggungjawab untuk menjalankan roda organisasi. Adapun Ketua Umum yang pertama adalah Bapak Harsono Radjak Mangunsudarso (alm) periode tahun 1969–1984; Ketua Umum yang kedua Bapak Letjen TNI (Purn.) D. Ashari(tahun 1984–1995); dan Ketua Umum yang ketiga adalah Bapak Ir. H. Lukito Daryadi, MSc (alm.) periode 1995–2005. Untuk mengisi kekosongan Ketua Umum yang ditinggalkan oleh alm. Bapak Ir. H. Lukito Daryadi, MSc yang wafat pada tanggal 6 Nopember 2004, maka dalam keputusan Rapat Koordinasi PKBSI tanggal 13-14 Desember 2004 bahwa untuk menjalankan tugas Ketua Umum dipercayakan kepada Bapak Ir. H. Dwiatmo Siswomartono, MSc hingga pelaksanaan MUNAS KE-10.
Pada pelaksanaan MUNAS PKBSI ke-X dengan tuan rumah Kebun Binatang Surabaya yang diselenggarakan pada tanggal 18-20 September 2005 di Surabaya terpilih sebagai Ketua Umum PKBSI yang keempat adalah Bapak DR. H. Rahmat Shah (Taman Hewan Pematangsiantar). Dalam Munas tersebut juga diputuskan untuk mengganti logo PKBSI yang kemudian disahkan pada Rakornas PKBSI tanggal 22-24 Nopember 2006 di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor.
MUNAS PKBSI ke XI pada tahun 2009 yang diselenggarakan di Jakarta Bapak DR. H. Rahmat Shah terpilih kembali untuk kedua kalinya, dan untuk yang ketiga kalinya pada MUNAS ke XII atas dukungan dari Anggota mengingat masih banyak pekerjaan dan tugas berat yang harus diemban PKBSI maka Bapak DR. H. Rahmat Shah secara aklamasi terpilih kembali untuk melanjutkan masa bhaktinya untuk lima tahun kedepan.
Pada MUNAS PKBSI ke XII yang diselenggarakan di Medan pada tahun 2013, menghasilkan kesepakatan antara lain  perubahan nama PD/PRT menjadi  AD/ART dan penyempurnaannya agar disesuaikan dengan perkembangan jaman dan menjadikan PKBSI sebagai organisasi yang mandiri dan profesional.


FALSAFAH
            Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Pengasih – Penyayang telah memberikan karunia berbagai jenis keaneka-ragaman hayati yang berlimpah, sehingga pada hakekatnya dengan keberadaan kebun binatang / taman satwa, maka manusia telah mengemban Amanat Allah s.w.t. untuk memanfaatkan dan melestarikan keaneka-ragaman satwa dan tumbuhan bagi generasi mendatang.
LAMBANG
  • Lambang atau logo PKBSI dalam bentuk lingkaran, diartikan sebagai perhimpunan yang membina dan memberikan pengayoman kepada anggotanya.
  • Gambar siluet berbentu kepala burung rangkok, kepala gajah dan seekor ikan, diartikan satwa yang mewakili matra dirgantara, matra darat dan mitra mina.
  • Warna hijau dan biru, diartikan memberikan kesejahteraan satwa agar lestari.
 
MAKSUD DAN TUJUAN ORGANISASI
  • Mewujudkan pelestarian dan kesejahteraan satwa di dalam taman satwa bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia lahir batin di masa sekarang dan yang akan datang.
  • Mewujudkan pengelolaan kebun binatang / taman satwa secara profesional dalam kegiatan konservasi, pengembangbiakan, penelitian serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam usaha perlindungan dan pelestarian alam, melalui penggalangan sumber daya masyarakat dan kemitraan kerja yang sederajat dengan Pemerintah.
 VISI
            Menggalang keterpaduan gerak para anggota dalam upaya pembinaan, pengembangan dan peningkatan profesionalisme perkebun-binatangan di Indonesia.
MISI
  • Sebagai organisasi yang mewakili profesi perkebun-binatangan di Indonesia.
  • Sebagai wadah kerjasama para anggota dalam menyelenggarakan fungsi / tugas yang bersifat konsultatif, informatif, komunikatif, koordinatif dan profesional.
  • Sebagai wadah kerjasama kebun binatang / taman satwa yang ada di Indonesia dengan badan pemerintah, lembaga-lembaga swadaya masyarakat tingkat nasional maupun internasional dalam usaha mencapai tujuan.
  • Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keanekaragaman hayati melalui pendidikan konservasi dan kemitraan dengan para pencinta satwa.
  • Mendukung usaha reintroduksi jenis-jenis satwa hasil pengembangbiakan melalui program-program konservasi “ex-situ” dan “in-situ link”.
 
STATUS ORGANISASI
  • PKBSI merupakan organisasi nirlaba (non profit) yang didirikan di Jakarta pada tanggal 5 Nopember 1969 atas prakarsa dan kesepakatan bersama para pimpinan kebun binatang dan para penyayang binatang di Indonesia.
  • PKBSI adalah organisasi profesi dan merupakan satu-satunya organisasi perhimpunan perkebun-binatangan di Indonesia, yang merupakan mitra kerja yang sejajar dengan Pemerintah baik di Pusat maupun di Daerah.

Wisata Di Jawa Barat (Sukabumi) – Situ Gunung

Situ Gunung mungkin adalah salah satu tempat wisata di Sukabumi yang bisa membuat kalian merasa santai, setelah berhari-hari berjuang di tengah hiruk-pikuk perkotaan. Dengan udara segarnya, Situ Gunung ini bisa menjadi obat yang mujarab untuk stress karena pekerjaan yang menumpuk.

Untuk yang belum tahu keberadaan wisata alam keren di Sukabumi, mungkin kalian perlu sesekali menengoknya. Karena tempat yang satu ini akan sangat menyenangkan untuk sekedar menghabiskan liburan bersama keluarga, atau orang-orang tedekat.

Situ Gunung sendiri sebenarnya adalah nama dari sebuah danau yang berada di dataran tinggi di Sukabumi. Danau di Sukabumi ini berada pada ketinggian sekitar 850 mdpl terletak di kaki gunung Gede Pangrango. Memang, lokasi wisata danau di Sukabumi ini sendiri masih berada di area sekitar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Lokasi danau yang ada di lereng Gunung Gede Pangrango ini berlokasi sekitar kurang lebih 16 km dari pusat kota Sukabumi. Jarak yang tak terlalu jauh, untuk kalian yang ingin merasakan suasana alam yang masih segar, jauh dari polusi udara.

Selain berkemping, para wisatawan juga bisa diajak berkeliling dengan menggunakan perahu kayu sambil keliling danau. Selain itu, jika sudah menginjakan kaki di Situ Gunung Sukabumi kamu wajib banget nih, nyobain air terjun Curug Sawer yang letaknya tak jauh dari lokasi sekitar.

Iya, sesaat, ketika baru sampai di pintu masuk tempat Wisata Situ Gunung, suasana segar akan langsung menyambut. Tidak ada deru kendaraan, tidak ada suara klakson kendaraan yang menggema dengan liar. Di tempat wisata Sukabumi yang satu ini hanya terdengar suara alam, dan sesekali cuitan burung yang masih terbang dengan bebas.

Berbeda dengan tempat wisata danau yang lain, disini kalian bisa menikmati sepuasnya, sepanjang hari. Bahkan jika kalian suka dengan kegiatan outdoor atau kegiatan alam bebas seperti berkemah, kalian juga bisa camping atau berkemah di Situ Gunung.

Memang di tempat wisata ini juga disediakan tempat camping ground untuk yang ingin menghabiskan beberapa malam disini. Kalian juga bisa berkemah dengan perlengkapan sendiri, atau dengan menyewa tenda yang biasanya memang disewakan di Situ Gunung. Jangan tanya harganya, yang jelas harganya jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan membawa perlengkapan sendiri.

Untuk kalian yang ingin bermalam di sekitar kawasan wisata alam Situ Gunung, Sukabumi namun bukan ala outdoor atau camping tak perlu khawatir. Karena disekitar sini juga terdapat sejumlah penginapan seperti villa atau hotel dengan harga yang cukup terjangkau.

Akomodasi di sekitar wisata Situ Gunung biasanya berupa losmen berkapasitas empat orang dengan fasilitas lengkap termasuk televisi dan air hangat. Untuk akomodasi seperti ini, kalian paling enggak akan merogoh kocek IDR 350 ribu per malam. Atau jika kalian memang datang ramai-ramai, kalian bisa menyewa sebuah villa dengan fasilitas enam kamar tidur dengan harga hingga IDR 1 juta-an untuk per hari.

Nggak terlalu mahal, jika dibandingkan dengan suasana pegunungan yang akan didapatkan. Bersantai sehari atau dua hari di Situ Gunung tentu akan menyenangkan bukan? Selain itu, di kawasan wisata ini tidak hanya terdapat wisata danau saja. Tetapi juga ada air terjun berada tak jauh di dekatnya.

Nama air terjun yang ada di dekat Situ Gunung adalah air terjun Curug Sawer. Namun tentunya, sebelum berkunjung ke Curug Sawer, sebaiknya kalian mengunjungi danau yang merupakan daya tarik utamanya dan berada tak jauh dari pintu masuk tempat wisata.

Untuk menuju danau yang berada di ketinggian sekitar 850 mdpl dan berada di kaki Gunung Gede Pangrango tadi, kalian masih perlu melewati jalan sejauh sekitar satu kilometer dari pintu masuk kawasan Situ Gunung. Sedangkan jika kalian ingin menuju Curug Sawer, kalian akan melewati jalan sekitar dua kilometer, sebelum akhirnya sampai di Curug Sawer, di Sukabumi.

Jalur menuju danau Situ Gunung relatif landai, dan mudah dicapai dengan kendaraan. Meskipun beberapa titik akan terdapat sejumlah jalan yang menanjak, namun itu bukan halangan yang berarti. Sepanjang jalur menuju danau setelah melewati pintu masuk adalah jalanan berbatu yang cukup lebar.

Sehingga jalan tadi bisa dijangkau dengan mobil atau sepeda motor. Namun sayangnya, kendaraan tidak bisa parkir di tepi danau. Kendaraan pribadi harus diparkir di parkiran yang berada sekitar 200 meter sebelum danau. Setelah itu, perjaanan dilanjutkan dengan berjalan kaki, turun hingga ke bibir Danau Situ Gunung.

Untuk menuju ke danau Situ Gunung di Sukabumi, kalian bisa menggunakan kendaraan pribadi ataupun dengan kereta api. Karena sekarang ini terdapat kereta api yang berangkat dari Stasiun Bogor yang menuju ke Sukabumi. Kalian bisa naik KA Pangrango yang memiliki rute Bogor Paledang-Sukabumi-Cianjur.

Jika kalian naik kereta untuk menuju ke Situ Gunung, berarti kalian harus turun di Stasiun Cisaat di Sukabumi. Setelah itu kalian baru mencari angkutan yang mengantarkan hingga sampai ke Situ Gunung. Cara paling gampang sih dengan mencharter kendaraan seperti Angkot. Biayanya mungkin berkisar dari IDR 80.000 – IDR 100.000. (catatan : harga bisa berubah sewaktu-waktu)

Namun, jika kalian lebih nyaman dengan kendaraan pribadi untuk menuju ke Danau Situ Gunung, kalian bisa kesana dengan melewati rute Jakarta – Bogor – Sukabumi atau dari Bandung – Cianjur – Sukabumi. Lokasi Situ Gunung di google maps bisa kalian temukan dan bisa kalian gunakan sebagai panduan disini.

Hari Kerja

Harga tiket per orang/ per hari : IDR 11.000
Harga tiket per orang/ per hari / kemah : IDR 12.500 (Untuk yang ingin berkemah, harga berlaku per malam)
Harga tiket rombongan minimal 10 orang : IDR 8.000

Hari Libur

Harga tiket per orang/ per hari : IDR 13.500

 

Tips Liburan ke Situ Gunung, Sukabumi

  1. Sebaiknya kalian membawa baju tebal dan jaket, karena lokasi tempat wisata ini berada di ketinggian. Suhu udara bisa begitu dingin menusuk tulang. Baju tebal dan jaket bisa memberikan kehangatan dan menjauhkan kalian dari hipotermia.
  2. Jika membawa kendaraan pribadi dan kalian ingin berkemah, sebaiknya membawa pengamanan lebih untuk mengamankan kendaraan. Karena tidak ada penjaga parkir 24 jam.
  3. Jika kalian camping di Situ Gunung, sebaiknya membawa perbekalan yang cukup. Tidak ada penjual bahan makanan di sekitar tempat wisata Sukabumi ini ketika hari sudah menjelang gelap.
  4. Pastikan membawa perlengkapan camping yang lengkap dan membuat kalian nyaman ketika menghabiskan liburan di Situ Gunung yang menyenangkan.
  5. Jangan lupa membawa jas hujan atau payung jika kalian berkunjung kesini ketika musim hujan. Di area pegunungan, hujan cenderung sering turun.
  6. dan juga siapkan fisik yg baik atau bisa berlatih ringan sebelum menikmati berwisata ke situ gunung.
Nah kalau kalian ingin backpackeran seperti kita yang naik turun angkot ini rinciannya kalu dari jakarta : 
  • Naik KRL tujuan bogor 7.000,
  • Naik angkot 03 dari depan stasiun sampai terminal baranang siang 4.000,
  • Naik elf dr terminal jurusan bogor-sukabumi sampai pertigaan Cisaat 25.000,
  • Atau pilihan lain naik kereta (Bogor palegan – Sukabumi) 25.000,
  • Naik angkot merah ke arah Situ Gunung 10.000,
  • Tiket masuk kawasan untuk camping 32.000 2D1N.
*diluar makan
Untuk makan kita bisa membawa bahan makanan dari rumah atau ingin beli pun bisa. Karena banyak warung di kawasan ini.

Wisata di Jawa Barat (Karawang) – Pantai Tanjung Pakis

Indonesia adalah negara maritim yang terdiri dari gugusan pulau-pulau nan eksotis. Semua Indonesia miliki, menjadikan Indonesia sebagai negara tujuan pariwisata bagi turis dari berbagai negara. Kecantikan alam yang Indonesia miliki dipercantik dengan budaya masyarakat lokal yang ramah, dan masih menjunjung tinggi ketradisionalan daerahnya.

Seperti yang kita ketahui bahwa setiap destinasi kepariwisataan banyak berada di wilayah kabupaten, yang mayoritas masih menjadi satu daerah otonom yang masih terbelakang. Inilah yang bisa kita lihat dari wilayah Kabupate Karawang.

Kota Karawang sebuah kota yang terletak di daerah pantai utara Jawa Barat. Banyak yang mengetahui bahwa daerah Karawang merupakan kota industri yang banyak sekali berdiri pabrik-pabrik di sekitarnya. Walaupun kota ini padat akan industri, akan tetapi kamu jangan salah karena kota Karawang ini juga memiliki berbagai tempat wisata yang menarik dan wajib dikunjungi diakhir pekan sekaligus sebagai daerah alternatif kunjungan wisata diakhir pekan.

Pantai Tanjung Pakis adalah tempat wisata yang berada di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Pantai ini berlokasi di Desa Tanjung Pakis atau berjarak sekitar 70 KM dari pusat Kabupaten Karawang. Saat menjelang liburan, wisatawan yang berkunjung ke Pantai Tanjung Pakis sangat banyak, karena memiliki keindahan pantai dan kedepan akan menjadi salah satu potensi wisata terbaik yang ada di Karawang.

Banyak sekali tempat wisata di Karawang yang disuguhkan mulai dari wisata sejarah, wisata alam ataupun taman rekreasi lainnya. Pantai Tanjung Pakis, adalah salah satu pantai yang terletak di Kabupaten Karawang Jawa Barat, Lokasi Pantai Tanjung Pakis berada di Kecamatan Pakisjaya, berjarak sekitar 68 Km dari pusat Kota Karawang, arah ke Utara, sekitar 22 Km dari area Situs Batujaya. Sama halnya pantai Utara Jawa lainnya, ombak Pantai Pakis tidak besar, dengan pasir kecoklatan yang lembut.

Di Pantai Pakis yang membentang sepanjang 7 Km ini pengunjung bisa menyewa perahu untuk menikmati panorama dari laut. Ada pula dermaga kayu, sarana outbound, banana boat, air bersih, warung makanan yang menawarkan bandeng bakar, penginapan, dan panggung hiburan. Meskipun dikabarkan sebagai pantai terindah di Karawang, namun belum ada angkutan umum untuk mencapai tempat ini.

Salah satu hal yang menarik dari pantai ini yaitu hamparan pasir putih yang terbentang luas di pinggiran pantai ini. Ombak yang tenang dan indah juga memperindah pemandangan pantai satu ini. Pada akhir pekan banyak pengunjung yang datang ke tempat ini untuk sekedar menghabiskan waktu bersama teman – teman atau keluarga. Untuk anda yang ingin berwisata kuliner, berbagai ikan bakar juga disajikan di pinggir pantai. Banyak warung makan di sekitar pesisir pantai yang bisa Kamu temui.

Pantai ini memiliki potensi wisata bahari yang menjanjikan. Ini bisa dilihat dari banyaknya wisatawan yang datang saat musim liburan. Apalagi, saat libur lebaran seperti beberapa waktu yang lalu. Pantai ini disesaki pengunjung dari dalam dan luar Karawang.

 

Jalur Transportasi dan Jalur Menuju Pantai Tanjung Pakis

Walaupun untuk berkunjung ke pantai Tanjung Pakis tidak tersedia angkotan umum. Namun siapa sangka minat wisatawan yang berkunjung ke pantai ini tak pernah berkurang. Kebanyakan pengunjung di Pantai Tanjung Pakis adalah keluarga yang menggunakan mobil ataupun menyewa mobil. Berbagai kawula muda yang ingin menikmati keindahan alam di sini dapat menggunakan sepeda motor bersama teman, sahabat ataupun orang tercintanya.

Untuk rute perjalanan menuju pantai Tanjung Pakis, kita ada beberapa alternatif jalan yang bisa kita gunkan. Alternative pertama adalah kita bisa melalui Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi untuk anda wisatawan yang dari Cibitung. Dan alternatif kedua dengan melalui jalan underpass sebelum kita mengendarai mobil memasuki Tol Karawang Barat.

Untuk kita yang ingin cepat menikmati keindahan alam disini, bisa saja kita memilih jalur Bekasi, namun kondisi jalan yang sedikit menantang. Adapun rute yang dilalui adalah sebagai berikut:

Dari Kabupaten Bekasi menuju ke Masjid At-Taqwa yang merupakan ponpes dari KH.Noer Alie, lalu Babelan. Jika memilih jalan ini, maka kondisi jalan yang sedikt terjal dan berbatu. Sehingga saran kami, jangan melewati jalan ini ketika hujan. Jalur ini sangat cocok untuk kendaraan off road yang biasanya sangat cocok untuk truk pembawa bahan bakar mintak ( Pertamina ).

Dalam perjalanan menuju Pantai Tanjung Pakis, kita akan melewati berbagai hamparan sawah yang lengkap dengan berbagai pipa minyak, Selain itu terdapat jembatan kayu yang menjadi tempat untuk berfoto oleh kawula muda. Daerah ini adalah daerah Kali Cibe’el. Tak lama kita melanjutkan perjalanan, kita akan menemui perbatasan antara Kabupaten Bekasi – Karawang yang ditandai oleh sungai besar yang masyarakat setempat menyebutkan Muara Gembong. Muara Gembong memiliki aliran air yang cukup deras dan dingin.

Setelah sampai di Muara Gembong, kita harus menggunakan rakit untuk alat penyeberangan. Masyarakat setempat lebih sering menyebutnya sebagai dengan istilah eretan. Eretan adalah transportasi untuk menuju ke Kabupaten Karawang jika kita dari Kabupaten Bekasi Muara Gembong. Kita hanya perlu membayar dengan Rp 10.000 untuk sepeda motor dan Rp 30.000 untuk mobil. Selain itu di tambah Rp 2000 untuk setiap orang yang ada di dalam mobil.

Pantai tanjung Pakis bias kita tempuh dengan waktu kira-kira 1.5 jam jika kita dari Muara Gemong . Salah satu tanda jika kita sudah mencapai atau berada tak jauh dari Pantai Tanjung Pakis adalah ditandai dengan keberadaan tambak-tambak miliki nelayan yang ada di sekitar pantai ini.

Untuk tiket masuk Pantai Tanjung Pakis, kita hanya perlu membayar kira-kira Rp 25.000 untuk per orang. Biaya tersebut akan dikelola oleh pemerintah setempat untuk membangun berbagai fasilitas yang berada di kawasan pantai ini. Sebaiknya sebelum kita menikmati keindahan pantai ini, tak ada salahnya jika kita mampir ke warung-warung yang berada di sekitar pantai untuk makan berbagai hidangan laut dari berbagai jenis harga.

Biaya Hotel dan Penginapan di Pantai Tanjung Pakis

Jika kita berencana untuk menginap di Pantai Tanjungt Pakis, kita hanya perlu menyewa kamar dengan harga mulai  Rp 100.000 sampai Rp 700.000. Di hotel tersebut anda dapat menikmati berbagai fasilitas yang ada . Sehingga keesokan harinya, kita akan lebih puas lagi untuk menikmati suasan a pagi di pantai ini.

bagi yang kesulitan untuk mendapatkan info penginapan dan oleh – oleh ikan bandeng pakis bisa hubungi admin melalui komentar atau tlp 085730231567

Tambak Bandeng Terbesar di Jawa Barat

Tanjung pakir juga mempunyai ratusan hektar tambang yg di maksimalkan untuk membudidayakan ikat bandeng.