Pengumuman Hasil Interview Pondok Sumber Barokah (Bagian 3)

 

DATA SEMENTARA PESERTA YG SUDAH INTERVIEW (TKJ)

1. ANDRIAN COMANDINI HARAHAP
2. SILLAH GHULAM ZAKTI
3. GENTA TAUFIK QURRAHMAN
4. RIFKI NUR WIBOWO
5. Bayu muhammad fatkuroyyan
6. AHMAD ISMAIL
7. ALI MUHTAR HIDAYAT
8. REDHIE ICHWANTORO
9. faqih dinnuarta al yassir
10. GILANG RASE FIRDAUS
11 . Adhitya Prabowo
12. FADEL ZAFITRA
13. MUHAMAD KAISAN NURWAN PRATAMA
14. IRGI WAIS SAPUTRA
15 . FATHUROCHMAN AL AMIN
16 . RAMADHAN IQBAL ALAMSYA
17 . FAHMI SOBRON JAMIL
18. MUHAMAD HAFIDZ HIDAYATULLOH
19. SEPTA RANGGA SUMAMUKTI
20 . APRILIYADI WIDYA NUGRAHA
21. SULTAN SABIL GUSTIAN
22. Danil Rizik Bilah
23. Faisal Nurhakim
24 . KHANIF ROYANDA
25 . Rofiq Sabila
26. Moch Abdulloh Mabruri
27 . KHOIRUL AMINUDIN
28 . SULTAN IQBAL NAUFAL
29 . ADITYA KHOIRUL FADILAH
30. DAVID ASSIDIQI
31 . Achmad Dani Setiawan
32 . ANDRE FERNANDA
33 . JIHAN ADAM NOVALDI
34 . MISHBAH NURHAFIDH
35. YONI JAYA PURNAMA
36. Dhany Nasrullah
37. ALFA NASRULLOH
38 . DANANG SAMUDRA WICAKSANA
39. MUHAMAD KHOIRI RIZKI
40. YAHYA ALSYABANI
41. Muhammad Ibraham
42 . Davin Muhammad Firdaus
43. SANDY FADILLAH
44. SHANDI ILHAM MULYADI
45. ARIF HIDAYAT
46 . ILHAM RAHMATULLOH
47. rizki muhammad fadli
48. ERLANGGA FIKRI FEBRIAN
49 . BRIZQI WALDAN AWALA
50. Bimo Irsyad Pradana Aprianto
51 . BAGAS CAHYA NINGRAT
52. TUBAGUS SONI AL KHAFIDH
53. TEGUH IMAN FIRDAUSH
54. AHMAD SOBBAH ASSIDDICKY
55. MUHAMMAD RAFIQ
56. IQBAL WIBISONO
57. MUHAMMAD FATKHUL FARIZI
58. MUHAMAD ARIPIN
59. HASAN ICHWANSYAH
60 . MUHAMMAD SULTON ABDUL AZIZ
61. M sulton brian roy
62. Denis Elgiana
63. FAUZAN ABDULLAH FURQON
64 . MUHAMMAD BINTANG AL FARIZZI
65. MUHAMMAD NURFAIZAL
66. NUR MUSTOFA RAMADHAN
67 . Ma’ruf Arzaqi
68 . SULTONI ABDILAH
69 . MUHAMMAD JOSSAIF UTOMO
70 . ERLAND FAUZI ALFAFA
71 . ZIDAN RIZKI OKTAVIANSYAH
72 . iftach reynaldian prayoga
73 . ZUHUD DAMAR RATRI SILA
74 . SATRIA PAMUNGKAS
75 . MUAHAMMAD SALSABILLA RAMADHAN
76 . PUTRA AGUNG WIJAYA
77. ERICK ESTRADA
78 . Khoirun Ikhsan
79. ARDIVA YUSUF RIZADANE
80 . KANEZA DJORDAN UBAIDULLOH
81. REYHAN AL GHIFARI
82 . Taufik setio pambudi
83. SHAKA FAUZY NUGRAHA
84 . Achmad maulana rifai
85 . AXA RABBANI KUSUMAH DINATA
86. MUHAMMAD WIRA NURSAPUTRA
87 . PERMADI BAYU SAPUTRA
88. Rizky Januar
89 . MUHAMMAD HAFIDZ SEPTIAN
90 . DHOHIRU IBNU HIDAYATULLOH
91. Yusuf Anang Nasrulloh
92 . SEPTIAN DWI CAHYA
93 . RIAN AGUSTIAN

 

*DATA SEMENTARA PESERTA YG SUDAH INTERVIEW (AKT) :*

1. SITI NUR ANJANI
2. Haudi hulwa
3. ANISYA CINTA DAMAI YANTI
4. AMALLIZA ROIHANATUL JANNAH
5. MARSHARANI AS-SYIFA
6. TRI SUCI NISA AZIZAH
7. LIYA NATALIA PRAMESTI
8. Rani Azizah Nikmatusshobrina
9. LINA AYU SRILESTARI
10. REGINA FITRIYANI
11. SARAH AZIZAH
12. Willa Nadya Fitriani
13. Yola intan fitria
14. NABILA HAIFA ZAHRA NASRULLOH
15. ZAHRA SYAHIDA QONITA
16. MUZIKA AZZAHRA
17 . AZ-ZAHRA JANNATUL FIRDAUS
18. DIANA RACHMAWATI
19. NURUL SALAMAH
20. NAZMA NURUL HUDA
21. NADIYA ZAHRA UTAMI
22 . FEBRIANTY ZULFANNA
23. ANIFA KAULINA
24. alifia salsabila
25. VIVI ALVDAH PUTRI PERDANI
26. WIWID ROMADHONA
27 . Febbyana maharani
28 . SRI WULAN PRATIWI
29. Okta viola nurjannah
30. Adhiza Fatha Ainun Nisak
31. Fara rochmatun azizah
32. KHANIFAH NUR FADILAH
33. SALSADILLA AULIA ASKA
34. FAZA WHASILATI

Wisata Di Jambi – Taman Rimbo Zoo (Airport Zoo)

Kota Jambi barangkali satu-satunya tempat yang memiliki kebun binatang berdampingan dengan bandara.Begitu dekatnya, taman satwa ini sempat disebut-sebut sebagai airport zoo, meski akhirnya sebutan tersebut tidak digunakan oleh pihak UPTD.Lucu juga ya..hehe

 

Kebun Binatang Taman Rimbo Jambi
Sejak tahun 1973, awal berdirinya Kebun Binatang Jambi secara organisasi berada dibawah Yayasan Kesejahteraan Anak (YKA), dalam hal ini Kebun Binatang dan Yayasan Kesejahteraan Anak masih berbaur menjadi satu. Adapun pengelolaan dan penanganan kesehatan satwa berada dibawah Dinas Peternakan Propinsi Jambi, sedangkan dana operasional diperoleh dari Pemerintah Daerah Propinsi Jambi.
Kebun Binatang Taman Rimbo Jambi dengan luas + 4 ha dihuni jenis satwa mamalia 6 spesies 13 spesimen, aves 16 spesies 48 spesimen, reptile 5 spesies 14 spesimen dan invertrebrata 4 spesies 11 spesimen. Kini sejak 2011 status pengelolaannya menjadi UPTD dibawah Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi.

Kebun Binatang Taman Rimbo Jambi
Jl. Cendrawasih I, Pal Merah, JAMBI 36139
(Jl. Ki Bajuri RT.04 No.94, Kel. Talang Bakung, Kec. Jambi Selatan, Jambi)
Telp. / Fax             : (0741) 570 319
E-mail                   : tamanrimba@rocketmail.com
Berdiri                   : 1973
Luas                     : 2,6 ha
Status                   :   Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi
Izin LK                   :
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jambi
Jl. Kapt. A. Bakaruddin No. 188, Jambi 36129
Telp.                     : (0741) 63417
Fax                       : (0741) 64585

Di tempat ini pengunjung bisa menyaksikan tingkah dua harimau sumatera yang sering menghabiskan waktu untuk bermain di kandang terbuka.

Pengunjung juga bisa berinteraksi langsung dengan beberapa satwa semisal gajah dan kuda.

Untuk masuk di Taman Rimbo, pengunjung dewasa cukup membayar Rp 7000 saja.

Sedangkan anak-anak hanya dikenai tiket masuk Rp 5000.

Seiring perluasan area bandara Sultan Thaha, sempat terbesit kekhawatiran bahwa taman satwa ini akan tergusur.

 

Sejarah PKBSI
Indonesia merupakan salah satu negara “Mega Biodiversity” yang memiliki keanekaragaman sumber daya alam hayati yang sangat melimpah. Namun pada kenyataannya jumlah sumber daya alam tersebut menurun dengan tajam akibat kerusakan habitat alami, terutama oleh eksploitasi secara tak terkendali dan bencana alam. Banyak jenis satwa menjadi terancam dan bahkan berada diambang pintu kepunahan; sehingga peran serta dari lembaga konservasi ex-situ, seperti taman satwa semakin penting menjadi andalan dalam upaya konservasi.
Taman satwa secara evolusi mengalami perubahan dari bentuk “menagerie” untuk melayani kesenangan pribadi ke “Zoological Park” atau ‘Living Museum’ menjadi “Conservation Centre” yang lebih berperan sebagai “Environmental Resource Centre”. Sebagai konsekuensinya taman satwa harus menempatkan dirinya sebagai pusat konservasi. Konservasi sebagai tema sentral dari setiap taman satwa.
SEJARAH PKBSI
Perhimpunan Kebun Binatang Se-Indonesia (PKBSI) merupakan organisasi profesi yang bersifat nirlaba (non-profit) yang resmi didirikan pada tanggal 5 Nopember 1969 di Jakarta oleh para tokoh kebun binatang di Indonesia, antara lain Bp. Harsono Radjak Mangunsudarso (alm); Bp. H.M. Kamil Oesman (alm); Bp. Th. E.W. Umboh (alm); Bp. Boesono dari Kebun Binatang Yogyakarta; Bp. M.S. Datuk Permato Diradjo dari Kebun Binatang Bukittinggi dan Bp. Hilmi Oesman (alm) dari Kebun Binatang Surabaya.
Awalnya pada tahun 1958 di Tawangmangu, Jawa Tengah – para pimpinan kebun binatang seluruh Indonesia mengadakan pertemuan untuk membahas dan wacana membentuk sebuah wadah / organisasi, namun tidak berkembang sebagaimana diharapkan. Didorong oleh kesadaran akan pentingnya peranan kebun binatang, maka para pimpinan kebun binatang seluruh Indonesia mengadakan musyawarah kembali untuk yang kedua kalinya dan diselenggarakan pada tanggal 3 s/d 5 Nopember 1969 bertempat di Balai Pertemuan Kantor Gubernur DKI Jakarta dihadiri oleh 40 peserta utusan dari kebun binatang, pemerintah daerah maupun lembaga-lembaga penelitian dan perguruan tinggi. Musyawarah berhasil membentuk suatu wadah bersama yang diberi nama “Perhimpunan Kebun-Kebun Binatang Indonesia” yang disingkat dengan PKBI.
Selang tak berapa lama, singkatan PKBI mendapat protes dari pengurus Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia yang telah lebih dahulu menggunakan singkatan PKBI. Terkait dengan hal tersebut para pengurus mengadakan pertemuan yang kemudian dapat disetujui / disepakati bahwa nama “Perhimpunan Kebun-Kebun Binatang Indonesia” yang disingkat dengan PKBI menjadi “Perhimpunan Kebun Binatang Se Indonesia” dengan singkatan PKBSI hingga sekarang dengan Akte Pendiran nomor 3 tanggal 13 September 2005 dihadapan Notaris Sri Hastuti, SH di Jakarta.
Sejalan dengan berkembangnya waktu, PKBSI yang sejak berdirinya berkantor / sekretariat berindah-pindah, semula di Jl. Teuku Umar No. 35 Jakarta Pusat (kediaman alm. Bapak H. Kamil Oesman) kemudian pindah dikediaman alm. Bapak Harsono RM, Jl. Minangkabau No. 1 Jakarta Selatan dan setelah itu berkantor di Kebun Binatang Ragunan. Selanjutnya pada pengurusan PKBSI dengan Ketua Umumnya Bapak D. Ashari, pada waktu itu mengajukan permohonan bantuan sebuah tempat atau gedung untuk sekretariat PKBSI kepada Gubernur KDKI Jakarta, dan Bapak Gubernur berkenan memberikannya yang berlokasi di Jl. Harsono RM. No. 10 Jakarata Selatan dan diresmikan penggunaanya pada tanggal 28 Agustus 1987 sampai sekarang.
Telah beberapa kali PKBSI melaksanakan Musyawarah Nasional dengan memilih Ketua Umum selaku pananggungjawab untuk menjalankan roda organisasi. Adapun Ketua Umum yang pertama adalah Bapak Harsono Radjak Mangunsudarso (alm) periode tahun 1969–1984; Ketua Umum yang kedua Bapak Letjen TNI (Purn.) D. Ashari(tahun 1984–1995); dan Ketua Umum yang ketiga adalah Bapak Ir. H. Lukito Daryadi, MSc (alm.) periode 1995–2005. Untuk mengisi kekosongan Ketua Umum yang ditinggalkan oleh alm. Bapak Ir. H. Lukito Daryadi, MSc yang wafat pada tanggal 6 Nopember 2004, maka dalam keputusan Rapat Koordinasi PKBSI tanggal 13-14 Desember 2004 bahwa untuk menjalankan tugas Ketua Umum dipercayakan kepada Bapak Ir. H. Dwiatmo Siswomartono, MSc hingga pelaksanaan MUNAS KE-10.
Pada pelaksanaan MUNAS PKBSI ke-X dengan tuan rumah Kebun Binatang Surabaya yang diselenggarakan pada tanggal 18-20 September 2005 di Surabaya terpilih sebagai Ketua Umum PKBSI yang keempat adalah Bapak DR. H. Rahmat Shah (Taman Hewan Pematangsiantar). Dalam Munas tersebut juga diputuskan untuk mengganti logo PKBSI yang kemudian disahkan pada Rakornas PKBSI tanggal 22-24 Nopember 2006 di Taman Safari Indonesia, Cisarua, Bogor.
MUNAS PKBSI ke XI pada tahun 2009 yang diselenggarakan di Jakarta Bapak DR. H. Rahmat Shah terpilih kembali untuk kedua kalinya, dan untuk yang ketiga kalinya pada MUNAS ke XII atas dukungan dari Anggota mengingat masih banyak pekerjaan dan tugas berat yang harus diemban PKBSI maka Bapak DR. H. Rahmat Shah secara aklamasi terpilih kembali untuk melanjutkan masa bhaktinya untuk lima tahun kedepan.
Pada MUNAS PKBSI ke XII yang diselenggarakan di Medan pada tahun 2013, menghasilkan kesepakatan antara lain  perubahan nama PD/PRT menjadi  AD/ART dan penyempurnaannya agar disesuaikan dengan perkembangan jaman dan menjadikan PKBSI sebagai organisasi yang mandiri dan profesional.


FALSAFAH
            Tuhan Yang Maha Esa dan Maha Pengasih – Penyayang telah memberikan karunia berbagai jenis keaneka-ragaman hayati yang berlimpah, sehingga pada hakekatnya dengan keberadaan kebun binatang / taman satwa, maka manusia telah mengemban Amanat Allah s.w.t. untuk memanfaatkan dan melestarikan keaneka-ragaman satwa dan tumbuhan bagi generasi mendatang.
LAMBANG
  • Lambang atau logo PKBSI dalam bentuk lingkaran, diartikan sebagai perhimpunan yang membina dan memberikan pengayoman kepada anggotanya.
  • Gambar siluet berbentu kepala burung rangkok, kepala gajah dan seekor ikan, diartikan satwa yang mewakili matra dirgantara, matra darat dan mitra mina.
  • Warna hijau dan biru, diartikan memberikan kesejahteraan satwa agar lestari.
 
MAKSUD DAN TUJUAN ORGANISASI
  • Mewujudkan pelestarian dan kesejahteraan satwa di dalam taman satwa bagi kesejahteraan masyarakat Indonesia lahir batin di masa sekarang dan yang akan datang.
  • Mewujudkan pengelolaan kebun binatang / taman satwa secara profesional dalam kegiatan konservasi, pengembangbiakan, penelitian serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam usaha perlindungan dan pelestarian alam, melalui penggalangan sumber daya masyarakat dan kemitraan kerja yang sederajat dengan Pemerintah.
 VISI
            Menggalang keterpaduan gerak para anggota dalam upaya pembinaan, pengembangan dan peningkatan profesionalisme perkebun-binatangan di Indonesia.
MISI
  • Sebagai organisasi yang mewakili profesi perkebun-binatangan di Indonesia.
  • Sebagai wadah kerjasama para anggota dalam menyelenggarakan fungsi / tugas yang bersifat konsultatif, informatif, komunikatif, koordinatif dan profesional.
  • Sebagai wadah kerjasama kebun binatang / taman satwa yang ada di Indonesia dengan badan pemerintah, lembaga-lembaga swadaya masyarakat tingkat nasional maupun internasional dalam usaha mencapai tujuan.
  • Meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keanekaragaman hayati melalui pendidikan konservasi dan kemitraan dengan para pencinta satwa.
  • Mendukung usaha reintroduksi jenis-jenis satwa hasil pengembangbiakan melalui program-program konservasi “ex-situ” dan “in-situ link”.
 
STATUS ORGANISASI
  • PKBSI merupakan organisasi nirlaba (non profit) yang didirikan di Jakarta pada tanggal 5 Nopember 1969 atas prakarsa dan kesepakatan bersama para pimpinan kebun binatang dan para penyayang binatang di Indonesia.
  • PKBSI adalah organisasi profesi dan merupakan satu-satunya organisasi perhimpunan perkebun-binatangan di Indonesia, yang merupakan mitra kerja yang sejajar dengan Pemerintah baik di Pusat maupun di Daerah.

Harga Sebuah Loyalitas ( Bagian1 )

Harga Sebuah Loyalitas

Jika terdapat sebuah pertanyaan “Hal apa yang tidak dapat dibeli dengan uang?”, mungkin beberapa orang akan menyebutkan cinta, kebahagiaan, atau waktu sebagai jawabannya. Ketiga hal tersebut memang tidak dapat dibeli dengan uang, namun ada satu hal lagi yang terkadang luput dari perhatian orang banyak, yakni loyalitas.

Loyalitas adalah salah satu hal yang tidak dapat dibeli dengan uang. Loyalitas hanya bisa didapatkan, namun tidak bisa dibeli. Mendapatkan loyalitas dari seseorang bukanlah sesuatu pekerjaan yang mudah untuk dilakukan. Berbanding terbalik dengan kesulitan mendapatkannya, menghilangkan loyalitas seseorang justru menjadi hal yang sangat mudah untuk dilakukan.

Sebelum kita berbicara lebih jauh mengenai loyalitas, terlebih dahulu kita harus tahu apa pengertian loyalitas. Loyalitas memiliki kata dasar loyal yang berasal dari bahasa Prancis kuno loial. Menurut Oxford Dictionary, pengertian loyalitas adalah the quality of being loyal dimana loyal didefinisikan sebagai giving or showing firm and constant support or allegiance to a person or institution. Jika diartikan secara bebas, pengertian loyalitas menurut Oxford Dictionary adalah mutu dari sikap setia (loyal), sedangkan loyal didefinisikan sebagai tindakan memberi atau menunjukkan dukungan dan kepatuhan yang teguh dan konstan kepada seseorang atau institusi. Sementara itu, Kamus Besar Bahasa Indonesia menerangkan pengertian loyalitas sebagai kepatuhan atau kesetiaan.

Loyalitas merupakan suatu hal yang bersifat emosional. Untuk bisa mendapatkan sikap loyal seseorang, terdapat banyak faktor yang akan memengaruhinya. Sikap loyal dapat diterapkan oleh setiap orang dalam berbagai hal. Dari sekian banyak studi mengenai pengertian loyalitas, hanya satu kategori pengertian loyalitas yang akan kita bahas dalam artikel ini. Kategori pengertian loyalitas tersebut adalah pengertian loyalitas karyawan.

Ada baiknya sebelum menuntut suatu loyalitas kepada orang lain Anda terlebih dahulu membayar harga loyalitas tersebut. Sangat tidak mungkin anda mengharapkan loyalitas dari orang lain tanpa mau membayar harga loyalitas itu.

Loyalitas dalam Islam

Masalah al-wala’ (loyalitas/kecintaan) dan al-bara’ (berlepas diri/kebencian) adalah masalah yang sangat penting dan ditekankan kewajibannya dalam Islam, bahkan merupakan salah satu landasan keimanan yang agung, yang dengan melalaikannya akan menyebabkan rusaknya keimanan seseorang[1].

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Al-baraa’ah (sikap berlepas diri/kebencian) adalah kebalikan dari al-wilaayah (loyalitas/kecintaan), asal dari al-baraa’ah adalah kebencian dan asal dari al-wilaayah adalah kecintaan. Yang demikian itu karena hakikat tauhid adalah (dengan) tidak mencintai selain Allah dan mencintai apa dicintai Allah karena-Nya. Maka kita tidak (boleh) mencintai sesuatu kecuali karena Allah dan (juga) tidak membencinya kecuali karena-Nya”[2].

Imam Muhammad bin Abdul Wahhab berkata, “Sesungguhnya barangsiapa yang mentaati Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mentauhidkan Allah maka dia tidak boleh berloyalitas (mencintai) orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, meskipun orang tersebut adalah kerabat terdekatnya”[3].

Syaikh Shaleh bin Fauzan al-Fauzan ketika menjelaskan masalah ini, beliau berkata, ”Setelah cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, wajib (bagi setiap muslim untuk) mencintai para kekasih Allah (orang-orang yang beriman) dan membenci musuh-musuh-Nya. Karena termasuk prinsip-prinsip dasar akidah Islam adalah kewajiban setiap muslim yang mengimani akidah ini untuk mencintai orang-orang yang mengimani akidah Islam dan membenci orang-orang yang berpaling darinya. Maka seorang muslim (wajib) mencintai dan bersikap loyal kepada orang-orang yang berpegang teguh kepada tauhid dan memurnikan (ibadah kepada Allah Ta’ala semata), sebagaimana (dia wajib) membenci dan memusuhi orang-orang yang berbuat syirik (menyekutukan Allah Ta’ala).

Dan ini merupakan bagian dari agama (yang dianut) nabi Ibrahim ‘alaihis salam dan orang-orang yang mengikuti (petunjuk)nya, yang kita diperintahkan untuk meneladani mereka, dalam firman Allah,

{قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ}

Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada (diri nabi) Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya; ketika mereka berkata kepada kaum mereka:”Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah semata” (QS. al-Mumtahanah:4).

Juga merupakan bagian dari agama (yang dianut) nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, Allah Ta’ala berfirman,

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ}

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menjadikan orang-orang yahudi dan Nasrani sebagai kekasih/teman dekat(mu); sebagian mereka adalah kekasih bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu menjadikan mereka sebagai kekasih/teman dekat, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka” (QS. al-Maa-idah:51)[4].

PENGERTIAN LOYALITAS KARYAWAN

Setiap perusahaan pasti menginginkan adanya sikap loyal pada karyawan mereka. Pengertian loyalitas karyawan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan pengertian loyalitas secara umum. Dalam pengertian loyalitas karyawan, kesetiaan menjadi poin utama yang dapat diberikan karyawan kepada perusahaan tempatnya bekerja. Sayangnya, pengertian loyalitas karyawan kadang masih disalahartikan oleh beberapa orang, baik oleh pihak karyawan, manajemen, maupun oleh pimpinan perusahaan.

Orang-orang seringkali menyangkut pautkan pengertian loyalitas dengan seberapa lama dan banyaknya waktu serta tenaga yang dicurahkan oleh seorang karyawan untuk bekerja tanpa mengharapkan imbalan apapun dari perusahaan. Padahal kenyataannya, banyak karyawan yang bertahan di suatu perusahaan hanya karena gaji atau bonus yang diterimanya. Pengertian loyalitas identik dengan kesetiaan yang semestinya dilakukan dalam berbagai kondisi tanpa syarat dan tanpa mengharapkan adanya balasan. Loyalitas merupakan kondisi psikologis yang mengikat karyawan dan perusahaannya, karenanya pengertian loyalitas karyawan bukan hanya sekadar kesetiaan fisik yang tercermin dari seberapa lama seseorang berada di dalam organisasi, namun dapat diliat dari seberapa besar pikiran, perhatian, gagasan, serta dedikasinya tercurah sepenuhnya kepada perusahaan tersebut.

Saat ini pengertian loyalitas karyawan bukan lagi sekadar merujuk pada kemampuan karyawan menjalankan tugas-tugas serta kewajibannya yang sesuai dengan job description, melainkan berbuat seoptimal mungkin untuk menghasilkan yang terbaik bagi perusahaan tersebut. 

Kedudukan al-wala’ dan al-bara’ dalam Islam

Ketika menjelaskan agungnya kedudukan masalah ini dalam keimanan dan tauhid, Imam Muhammad bin Abdul Wahhab berkata, “Tidak akan lurus (benar) keislaman seseorang, meskipun dia telah mentauhidkan Allah dan menjauhi (perbuatan) syirik, kecuali dengan memusuhi orang-orang yang berbuat syirik dan menyatakan kepada mereka kebencian dan permusuhan tersebut”[5].

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata, “Jika keimanan dan kecintaan di dalam hati seorang (muslim) kuat, maka hal itu menuntut dia untuk membenci musuh-musuh Allah”[6].

Syaikh Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin lebih lanjut menjelaskan, “Sikap loyal dan cinta terhadap orang-orang yang menentang Allah menunjukkan lemahnya keimanan dalam hati seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya, karena tidaklah masuk akal jika seseorang mencintai sesuatu yang dimusuhi kekasihnya (Allah Ta’ala). Bersikap loyal terhadap orang-orang kafir adalah dengan menolong dan membantu mereka dalam kekafiran dan kesesatan yang mereka lakukan, sedangkan mencintai mereka adalah dengan melakukan sebab-sebab yang menimbulkan kecintaan mereka, yaitu berusaha mencari kecintaan (simpati) mereka dengan berbagai cara. Tidak diragukan lagi perbuatan ini akan menghilangkan kesempurnaan iman atau keseluruhannya. Maka wajib bagi seorang mukmin untuk membenci dan memusuhi orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, meskipun orang tersebut adalah kerabat terdekatnya, akan tetapi ini tidak menghalangi kita untuk menasehati dan mendakwahi orang tersebut kepada kebenaran”[7].

Bagaimana menempatkan sikap al-wala’ dan al-bara’ pada manusia sesuai dengan kadar ketaatan dan kemaksiatan mereka?[17]

Dalam hal ini manusia dibagi menjadi tiga golongan:

1– Orang-orang yang wajib dicintai dengan kecintaan yang murni dan tanpa kebencian (sama sekali).

Mereka ini adalah orang-orang yang memiliki keimanan yang murni (sempurna), dari kalangan para nabi, para shiddik[18], orang-orang yang mati syahid dan orang-orang yang shaleh.

Yang paling utama adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau wajib untuk dicintai melebihi kecintaan kepada diri sendiri, orang tua, anak dan semua manusia.

Kemudian istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan anggota keluarga beliau, serta para sahabat radhiyallahu ‘anhum, terutama al-Khulafa’ur raasyidin (khalifah yang empat), sepuluh orang sahabat yang dijanjikan masuk surga, para sahabat muhajirin dan anshar, para sahabat yang ikut perang Badr, para sahabat yang ikut dalam baiat ridwan, dan para sahabat lain secara keseluruhan radhiyallahu ‘anhum.

Kemudian para tabi’in, para ulama dari tiga generasi utama, para ulama salaf dan imam mereka, seperti imam mazhab yang empat.

Allah Ta’ala berfirman,

{وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَااغْفِرْ لَنَا وَلإخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ}

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Ya tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah lebih dahulu beriman dari kami, dan janganlah Engkau menjadikan dalam hati kami (ada) rasa dengki terhadap orang-orang yang beriman, ya tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha penyantun lagi Maha Penyayang” (QS al-Hasyr:10).

Orang yang memiliki iman dalam hatinya tidak mungkin membenci para sahabat y dan para ulama salaf. Yang membenci mereka hanyalah orang-orang yang menyimpang (agamanya), orang-orang munafik dan musuh-musuh Islam, seperti orang-orang Rafidhah (Syi’ah) dan Khawarij, semoga Allah menyelamatkan kita (dari penyimpangan mereka).

2– Orang-orang yang wajib dibenci dan dimusuhi dengan kebencian dan permusuhan yang murni tanpa ada rasa cinta dan sikap loyal (sama sekali).

Mereka ini adalah orang-orang kafir yang murni (kekafirannya), dari kalangan orang-orang kafir, musyrik, munafik, murtad (keluar dari agama Islam), dan orang-orang yang mulhid (menyeleweng/menyimpang jauh dari agama Islam, seperti orang-orang zindik), dengan berbagai macam dan golongan mereka.

3– Orang-orang yang (wajib) dicintai dari satu sisi (karena keimanan dan ketaatannya), dan dibenci dari sisi yang lain (karena perbuatan maksiatnya). Maka terkumpul pada diri mereka ini kecintaan dan kebencian sekaligus.

Mereka ini adalah orang-orang mukmin yang berbuat maksiat. Mereka wajib dicintai karena mereka memiliki iman, dan dibenci karena mereka melakukan perbuatan maksiat yang tidak sampai pada tingkat kekafiran dan kesyirikan.

Kecintaan kepada mereka ini mengandung konsekwensi menasehati dan mengingkari (perbuatan maksiat) mereka. Kita wajib memerintahkan mereka untuk berbuat baik dan melarang mereka dari kemungkaran, serta menegakkan batasan dan hukum Allah kepada mereka, sampai mereka meninggalkan perbuatan maksiat dan bertobat dari kesalahan mereka.

ASPEK-ASPEK LOYALITAS KARYAWAN

Untuk mengetahui apakah seorang karyawan loyal terhadap perusahaan. Terdapat beberapa aspek yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk mengukur loyalitas karyawan tersebut. Aspek-aspek loyalitas kerja yang terdapat pada seorang karyawan antara lain:

1. Taat pada peraturan.

Seorang karyawan yang loyal akan selalu taat pada peraturan. Sesuai dengan pengertian loyalitas , ketaatan ini timbul dari kesadaran karyawan jika peraturan yang dibuat oleh perusahaan semata-mata disusun untuk memperlancar jalannya pelaksaan kerja perusahaan. Kesadaran ini membuat karyawan akan bersikap taat tanpa merasa terpaksa atau takut terhadap sanksi yang akan diterimanya apabila melanggar peraturan tersebut.

2. Tanggung jawab pada perusahaan/organisasi.

Ketika seorang karyawan memiliki sikap sesuai dengan pengertian loyalitas, maka secara otomatis ia akan merasa memiliki tanggung jawab yang besar terhadap perusahaannya. Karyawan akan berhati-hati dalam mengerjakan tugas-tugasnya, namun sekaligus berani untuk mengembangkan berbagai inovasi demi kepentingan perusahaan.

3. Kemauan untuk bekerja sama.

Karyawan yang memiliki sikap sesuai dengan pengertian loyalitas, tidak segan untuk bekerja sama dengan karyawan lain. Bekerja sama dengan orang lain dalam suatu kelompok memungkinkan seorang karyawan mampu mewujudkan impian perusahaan untuk dapat mencapai tujuan yang tidak mungkin dicapai oleh seorang karyawan secara invidual.

4. Rasa memiliki

Adanya rasa ikut memiliki karyawan terhadap perusahaan akan membuat karyawan memiliki sikap untuk ikut menjaga dan bertanggung jawab terhadap perusahaan sehingga pada akhirnya akan menimbulkan sikap sesuai dengan pengertian loyalitas demi tercapainya tujuan perusahaan.

5. Hubungan antar pribadi

Karyawan yang memiliki loyalitas kerja tinggi akan mempunyai hubungan antar pribadi yang baik terhadap karyawan lain dan juga terhadap atasannya. Sesuai dengan pengertian loyalitas, hubungan antar pribadi ini meliputi hubungan sosial dalam pergaulan sehari-hari, baik yang menyangkut hubungan kerja maupun kehidupan pribadi.

6. Kesukaan terhadap pekerjaan

Sebagai manusia, karyawan pasti akan mengalami masa-masa jenuh terhadap pekerjaan yang dilakukannya setiap hari. Seorang karyawan yang memiliki sikap sesuai dengan pengertian loyalitas akan mampu menghadapi permasalahan ini dengan bijaksana. Hal ini hanya dapat dilakukan apabila seorang karyawan mencintai pekerjaannya.